Rabu, 08 Juni 2011

  
ANALISIS BIAYA VOLUME LABA

Analisis impas memberikan informasi tingkat penjualan minimum yang harus dicapai suatu usaha agar tidak mengalami kerugian. Dari analisis tersebut juga dapat diketahui sampai seberapa jauh volume penjualan yang direncanakan boleh turun, agar perusahaan tidak menderita kerugian. Analisis impas menyajikan informasi untuk perencanaan volume penjualan. Analisis impas merupakan salah satu bentu analisis biaya-volume-laba karena untuk mengetahui impas maupun margin of safety perlu dilakukan analisis terhadap hubungan antara biaya, volume, dan laba.
Jika dalam analisis impas titik berat analisis diletakkan pana penaksiran tingkat penjualan minimum yang menghasilkan laba sama dengan nol, maka dalam analisis biaya-volume-laba ini titik berat analisis diletakkan pada sampai seberapa besar perubahan biaya , volume, dan harga jual berdampak terhadap laba perusahaan.
·         Manfaat Analisis Hubungan Biaya-Volume-Laba bagi Manajemen.
Hubungan antara biaya, volume, dan laba, dipengaruhi oleh lima factor atau suatu kombinasi faktor-faktor berikut ini : (1) harga jual per satuan. (2) volume penjualan. (3) komposisi produk yang dijual. (4) biaya pervariabel persatuan, dan (5) total biaya tetap. Agar perancanaan laba perusahaan dapat efektif, manajemen harus dapat memperkirakan dampak perubahan masing-masing faktor tersebut terhadap laba bersih, impas, dan return of investment perusahaan.  
·         Dampak Perubahan Harga Jual Produk terhadap Hubungan Biaya-Volume-Laba
Suatu perubahan dalam harga jual produk kemungkinan akan berdampak terhadap kuantitas produk yang dijual, laba, dan impas.

·         Dampak Perubahan Komposisi Produk Yang dijual Terhadap Hubungan Biaya-Volume-Laba
Perusahaan yang menjual lebih dari satu macam produk seringkali mempunyai kesempatan untuk menaikkan laba kontribusi dan menurunkan titik impas dengan cara memperbaiki komposisi produk yang dijual, yaitu menaikkan proporsi penjualan produk yang menghasilkan contribution margin ratio yang tertinggi.
·         Analisis Hubungan Biaya-Volume-Laba Setiap Produk dalam Perusahaan yang Memproduksi dan Menjual Lebih dari Satu Macam Produk.
Dalam Perusahaan yang memperoduksi dan menjual lebih dari satu macam produk, menajemen tidak hanya menghadapi masalah komposisi produk yang dijual yang menghasilkan laba maksimum, namun juga memerlukan informasi kontribusi masing-masing produk dalam  menghasilkan laba prusahaan secara keseluruhan.












PENGGUNAAN INFORMASI ANKUNTANSI PENUH
DALAM PENENTUAN HARGA JUAL

·         KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA JUAL
Satu-satunya factor yang memiliki kepastian relative tinggi yang berpengaruh dalam penentuan harga jual adalah biaya. Biaya memberikan informasi batas bawah suatu harga jual harus ditentukan. Di bawah biaya penuh produk atau jasa, harga jual akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul akibat harga jual di bawah biaya produk atau jasa, dalam jangka waktu tertentu mengakibatkan perusahaan akan berhenti sebagai going concern atau akan menggu pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian manejer penentu harga jual senantiasa memerlukan informasi biaya produk atau jasa dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual, meskipun biaya tidak menentukan harga jual dan bukan satu-satunya factor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual.
·         MANFAAT INFORMASI BIAYA PENUH DALAM KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA JUAL
Pada dasarnya, dalam keadaan normal, harga jual produk atau jasa harus dapat menutup biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan menghasilkan laba yang dikehendaki. Biaya penuh merupakan total pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk atau jasa, sehingga semua pengorbanan ini harus dapat ditutup oleh pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Disamping itu. Harga jual harus pula dapat menghasilkan laba yang memadai, sepadan dengan invesasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau jasa.
Informasi biaya penuh memberikan manfaat berikut ini bagi manejer penentu harga jual dalam pengambilan keputusan penentu harga jual :
a.              Biaya penuh merupakan titik awal untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapi oleh pengambil keputusan
b.              Biaya penuh merupakan dasar yang memberikan perlindungan bagi perusahaan dari kemungkinan kerugian.
c.              Biaya penuh memberikan informasi yang memungkinkan manejer penentu harga jual mengelosok struktur biaya perusahaan pesaing.
d.             Biaya penuh merupakan dasar untuk pengambilan keputusan perusahaan masuki pasar.
·         METODE PENENTUAN HARGA JUAL
  1. Penentuan Harga Jual Normal (Normal Pricing)
Harga jual ditentukan dengan menembah biaya masa yang akan dating dengan suatu presentase markup (tambah di atas jumlah biaya) yang dihitung dengan formula tertentu.
Harga jual produk atau jasa dalam keadaan normal ditentukan dengan formula sebagai berikut :
Harga jual = Taksiran biaya penuh + Laba yang diharapkan.
Berikut ini dibahas. Dua contoh penentuan harga jual dalam keadaan Normal : (1) Penentuan harga jual dalam perusahaan manufaktur dan (2) Penentuan harga jual dalam perusahaan yang menjual waktu, bahan dan suku cadang dalam pelayanan pelanggannya.



Cost-Plus Pricing
Cost-Plus Pricing adalah penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan diatas biaya penuh masa yang akan dating untuk memproduksi dan memasarkan produk. Harga jual cost-plus pricing di hitung dengan rumus seperti yang digunakan untuk menghitung harga jual dalam keadaanNormal tersebut diatas, yaitu harga jual = taksiran biaya penuh + laba yang diharapkan. Dengan demikian ada dua unsure yang diperhitungkan dalam penentuan harga jual ini : taksiran biaya penuh dan laba yang diharapkan.
            Taksiran biaya penuh dapat dihitung dengan dua pendekatan : Full costing dan Variabel costing. Dalam pendekatan Full costing, taksitan biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual terdiri dari unsur-unsur seperti yang disajikan.
Biaya bahan baku                                                        Rp xx
Biaya tenaga kerja langsung                                             xx
Biaya Overhead pabrik (variable+tetap)                          xx        
Taksiran total biaya produksi                                                              Rp xx
Biaya administrasi dan umum                                     Rp xx
Biaya penasaran                                                                xx
Taksiran total biaya komersial                                                                   xx
Taksiran biaya penuh                                                                           Rp xx
Unsur kedua yang diperhitungkan dalam harga jual adalah laba yang diharapkan. Dalam keadaan normal, harga jual harus menutup biaya penuh dan dapat menghasilkan laba yang diharapkan. Laba yang diharapkan dihitung berdasarkan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Untuk memperkirakan berapa laba wajar yang diharap, manejer penentu harga jual perlu mempertimbangkan.

Dalam pendekatan Variabel costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual terdiri dari unsure-unsur seperti disajikan
Biaya Variabel
Biaya bahan baku                                                        Rp xx
Biaya tenaga kerja langsung                                             xx
Biaya Overhead pabrik (variable+tetap)                          xx        
Taksiran total biaya produksi                                                              Rp xx
Biaya administrasi dan umum variable                        Rp xx
Biaya penasaran variable                                                   xx
Taksiran total biaya variable                                                                     xx
Biaya tetap
Biaya Overhead pabrik (variable+tetap)                      Rpxx        
Biaya administrasi dan umum tetap                                  xx
Biaya penasaran tetap                                                       xx
Taksiran total biaya  tetap                                                                         xx
Taksiran biaya penuh                                                                           Rp xx


(1)     Cost capital. Cost capital merupakan biaya yang dikeluarkan untuk investasi yang dilakukan dalam perusahaan . oleh sumber aktiva yang ditanamkan dalam perusahaan.
(2)     Resiko bisnis. Semakin besar resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan, semakin besar presentase yang ditambahkan pada cost of capital di dalam memperhitungkan laba yang diharapkan.
(3)     Besarnya capital employed. Jumlah investasi (atau capital employed) yang ditanamkan untuk memproduksi dan memasarkan produk atau jasa merupakan factor yang menentukan besarnya laba yang diharapkan, yang diperhitungkan dalam harga jual. Semakin besar investasi yang ditanamkan dalam memproduksi dan memasarkan produk atau jasa, semakin besar pula laba yang diharapkan dalam perhitungan harga jual.

Rumus Perhitungan Harga Jual per Unit

Harga jual per unit

=
Biaya yang berhubungan langsung dengan volume (perunit

+

Presentase Markup
                    Peresentase markup dihitung dengan rumus :                                                                                  


Presentase Markup


=

Laba yang diharap

+

Biaya yang tidak dipengaruhi langsung oleh Volume pendududk
Biaya yang Dipengaruhi Langsung oleh
Volume Penduduk
                   




Terdapat perbedaan konsep langsung dan tidak langsungnya biaya dengan volume anata metode full costing dengan metode variable costing. Konsepnya biaya yang berhubungan langsung dengan volume menurut metode full costing adalah berupa biaya berupa produksi, sedangkan biaya yang tidak berhubungan langsung dengan volume adalah berupa biaya nonproduksi
Dalam pendekatan variable costing, biaya penuh yang dipengaruhi secara langsung oleh volume produksi terdiri dari biaya variable, sedangkan biaya penuh yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh volume peroduk terdiri dari biaya tetap.

Penentuan Harga Jual Waktu dan Bahan (Time and Material Pricing)
Penentuan harga jual waktu dan bahan ini pada dasarnya merupakan cost-plus pricing . harga jual ditentukan sebesar biaya penuh ditambah dengan laba yang diharapkan .  Volume jasa dihitung berdasarkan waktu yang diperlukan untuk melayani costomer, sehingga perlu dihitung harga jual persatuan waktu yang dinikmati oleh customer, Sedangkan Volume bahan dan suku cadang yang diperlukan sebagai pelengkap penyerahan jasa dihitung berdasarkan kuantitas bahan dan suku cadang yang diserahkan kepada costomer, sehingga perlu dihitung harga jual per satuan bahan dan suku cadang yang dijual kepada customer.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  
                                                                                                                                                                              
  1. Penentuan Harga Jual dalam Cost-type Contract (Cost-type Contract Pricing)
Cost-type contract adalah kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli setujun untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya yang sesunggunya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba yang dihitung sebesar presentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut.
  1. Penentuan Harga Jual Pesanan Khusus (Special Order Pricing)
Pesanan khusus merupakan pesanan yang diterima oleh perusahaan di luar pesanan regular perusahaan. Biasanya customer yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga dibawah harga jual normal, bahkan seringkali harga yang diminta oleh costumer berada di bawah biaya penuh, karena biasanya pesanan khusus mencangkup jumlah yang besar. Dalam keadaan seperti ini yang perlu dipertimbangkan oleh manajer penentu harga jual adalah :
1.      Psanan regular adalah pesanan yang dibebani untuk menutup seluruh biaya tetap yang akan terjadi dalam tahun anggaran. Karena seluruh biaya akan ditutup dari pesanan yang regular, maka setiap tambahan laba kontribusi dari pesanan khusus akan mengakibatkan tambahan laba bersih perusahaan.
2.      Jika misalnya dengan penerimaan pesanan khusus, perusahaan diperkirakan tidak hanya akan mengeluarkan biaya variable saja, namun meluncurkan biaya tetap, karena harus beroprasi diatas biaya variable ditambah dengan kenaikan biaya tetap karena pesanan khusus tersebut .
Biaya deferensial yang dipakai sebagai landasan penentuan harga jual pesanan khusus diperkirakan menyebabkanperubahan biaya tetap, manakala pesanan khusus diperkirakan menyebabkan perubahan volume kegiatan melampaui kisar perubahan yang menjadikan tetap bertambah.

  1. Penentuan Harga Jual Atau Jasa yang Dihasilkan Oleh Perusahaan yang Diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Dalam penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah, biaya penuh masa yang akan datang yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual tersebut dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing saja, karena pendekatan variable costing tidak diterima sebagai prinsip akuntasi yang lazim.
Setiap kenaikan harga jual produk atau jasa yang diatur dengan peraturan Pemerintah harus dapat dipertanggung jawabkan ditinjau dari segi perhitungan biaya penuh yang dipakai sebagai dasar perhitungannya dan kewajaran laba yang ditambahkan diatas biaya penuh tersebut. Informasi akuntasi penuh yang bermanfaat untuk penentuan harga jual produk atau jasa yang diatur dengan Peraturan Pemerintah terdiri dari biaya penuh masa yang akan datang yang akan dikeluarkan untuk menghaslkan produk atau jasa dan aktiva yang akan digunakan menghasilkan produk atau jasa tersebut. 

2 komentar: